Showing posts with label Menu harian. Show all posts
Showing posts with label Menu harian. Show all posts

Tuesday, 4 March 2014

Tongseng Ayam



Potongan ayam dengan daging yang empuk, dipadukan bersama kuah kental dengan bumbu yang melimpah dan kaya rasa. Sajikan bersama nasi panas, siapa yang bisa menolak? ^_^

Siapa yang ga kenal Tongseng? Makanan yang konon katanya berasal dari Solo ini selalu saja berhasil menggunggah selera saya. Kalau biasanya daging yang diolah menjadi tongseng adalah daging kambing, kali ini saya bikin dengan daging ayam. Yang pasti rasanya tetap nendang.


Kebetulan hari ini saya pengen masak yang simpel-simpel saja, karena dari Jumat kemarin sampai Minggu ada acara di luar kota, jadi Senin masak seadanya memanfaatkan stock yang ada di kulkas. Kebetulan di freezer ada dada ayam yang sudah dipotong kecil-kecil yang dulu rencananya pengen dibikin rica ayam. Tapi karena Mas Pacar bilang pengen makan tongseng, akhirnya saya masak tongseng. Paginya saya thawning, tinggal ke kampus dulu, baru siang menjelang sore saya olah jadi tongseng ayam. Rasanya? Mas Pacar yang pulang kantor mampir makan aja sampai nambah 2 piring. Kalau ini lagi kelaperan kayaknya... ^^

Baca Selengkapnya ... >>


Wednesday, 26 February 2014

Ayam Panggang Pandan

 Assallamu'allaikum...

Selamat malam teman-teman, rasanya sudah lamaaaaaaaaaaaa (a-nya harus dibanyakin ^^) banget saya ga nulis blog, hampir 1 bulan. Kangen banget sebenernya. Tapi beberapa waktu yang lalu waktu, tenaga, dan pikiran saya cukup banyak terkuras untuk urusan tesis. Ga apa-apa ya postingan kali ini saya buka dengan sesi curhat dulu (padahal biasanya juga gitu ^^)


Beberapa waktu yang lalu saya rupanya sedang mendapat rizky dari Allah SWT yang membuat saya pada akhirnya berusaha untuk belajar lebih ikhlas, sabar, tawakal, sambil terus-menerus berikhtiar. Jadi ceritanya setelah lebih dari satu semester saya bimbingan tesis, tiba-tiba dosen pembimbing saya menyarankan untuk mengganti metode penelitian. Meskipun masih dibawah tema yang sama, mau tidak mau saya harus merombak habis proposal tesis saya dari awal, karena tradisi (perspektif) penelitian yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Sebenarnya saya diberi waktu untuk memilih, berpikir, menimbang terlebih dahulu. Namun karena dari awal saya punya satu pertanyaan besar tentang penelitian saya sebelumnya yang sampai saat ini saya dan pembimbing saya belum menemukan titik tengahnya, akhirnya saya memutuskan untuk berkata "iya" pada saat itu juga. Sebelum terlalu jauh saya berjalan di tengah kebingungan, mending memilih jalan lain yang lebih terang, bukan? Setelah hari itu, saya memutuskan untuk fokus ke tesis saya. Hal-hal lain termasuk nge-blog sementara saya tinggalkan terlebih dahulu, paling tidak hingga 3 bab proposal ini bisa saya selesaikan.

Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya dalam waktu 2 minggu, bagi saya ini luar biasa ^^. Karena untuk proposal yang pertama saya menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengerjakannya. Pembimbing saya menyambut baik ratusan lembar draft awal yang saya setorkan. Beliau bahkan langsung memberikan banyak masukan untuk teknis pengumpulan data berikutnya. Doakan semoga semuanya lancar ya teman-teman, biar bisa segera seminar proposal, pengumpulan data, ujian, dan LULUS secepatnya ^_^. Aminnn... :)



Sekarang lanjut ke resep ya teman-teman, setelah curhat yang panjang ^^. Ini masakan saya sudah agak lama ya. Meskipun saya libur nge-blog, tapi masak-masak tetep jalan dong ya. Cuma agak jarang nyobain resep-resep baru. Jadi masaknya pilih yang praktis-praktis aja, biar ga terlalu capek dan makan banyak waktu. Kali ini saya pilih masak ayam panggang pandan buat sarapan sekaligus makan siang mas pacar. Dulu banget sebenernya udah pernah mbikin ayam panggang pandan, tapi bumbunya lebih lengkap, yang ini versi praktisnya ^^. Kebetulan pandan di kebun sedang banyak sekali, jadi saya gunakan untuk mengolah ayam.

Baca Selengkapnya... >>

Sunday, 26 January 2014

Tom Yam : Nikmatnya Sup Asam Pedas ala Thailand ^_^

 

Menu apa yang paling cocok disantap saat cuaca dingin? Kalau saya yang ditanya, pasti jawabnya sup! Sup kali ini yang saya bikin adalah sup seafood, Tom Yam. Kuah hangat yang melimpah perpaduan rasa pedas, asam, sedikit manis, dan gurihnya udang, sedap! ^_^
 

Setelah kemarin masak soto, kira-kira masak apa ya yang berkuah, seger, hangat, pedes, yang cocok dinikmati di tengah musim hujan yang hawanya terasa dingin sepanjang hari. Akhirnya pilihan saya jatuh soup yang asalnya dari Thailand, Tom Yam. Dalam arti kata asalnya, “tom” berasal dari bahasa Thailand yang artinya merebus (dalam hal ini membuat sup), sedangkan “yam” mengacu pada salad yang memiliki citarasa pedas dan asam yang merupakan salad khas Thailand dan Laos. Sehingga jika diartikan, tom yam artinya sup asam dan pedas. Untuk mendapatkan citarasa tersebut umumnya menggunakan bumbu seperti sereh, lengkuas, daun jeruk purut, air jeruk nipis, saus ikan dan cabe.


Sebenarnya saya jarang sekali masak Tom Yam. Kenapa? Seperti yang sudah sering saya sebutkan pada postingan-postingan saya sebelumnya, di daerah tempat tinggal saya, seafood merupakan barang langka. Di pasar tradisional ga ada yang jual seafood, adanya pindang bandeng, pindang tongkol, dan beberapa jenis ikan lain yang juga sudah diasinkan. Maklum ya, soalnya Boyolali jauh dari laut. Biasanya kalau sedang rajin, saya biasanya beli ikan air tawar seperti nila, ikan mas, bandeng segar, dll di pinggir jalan (rada jauh dari rumah). Tapi ya itu, kendalanya, yang jual ikan ini cuma satu, buka lapak sekitar jam 4, jam 5an sudah habis tak bersisa. Alhasil saya sering ga kebagian karena ga bisa keluar rumah pagi-pagi sekali jam 4, apalagi pas lagi dingin-dinginnya kayak gini, bbrrrr ^_^

Baca Selengkapnya ... >>


Friday, 24 January 2014

Ceker Ayam Saus Tiram ala Dimsum


Hari ini saya masak ceker ayam ala dimsum, kayak biasanya dijual di resto-resto chinese food. Kebetulan di freezer ada 1/2 kg ceker ayam entah dari jaman kapan, makanya langsung saya berdayakan takut keburu rusak ^^.

Masaknya pun gampang, saya pilih pakai bumbu yang simpel saja biar ga ribet. Karena hari ini kebetulan sedang malas ubet di dapur. Kemarin saya pulang kemaleman, pulang kampus masih harus keliling mengurus keperluan untuk hari-H. Padahal hujan dari siang turun dengan derasnya mengguyur kota Solo sampai malam. Alhasil sepanjang perjalanan saya kehujanan, pulang ke Boyolali pun diiringi hujan deras. Sampai dirumah badan rasanya udah remuk redam (lebay ^_^) makanya pagi ini masaknya yang simpel-simpel saja. Ceker ayam ala dimsum sama laksa ayam, sedap ^^



Olahan ceker ayam yang enak menurut saya, terutama harus empuk! Ceker harus empuk, kalau bisa sampai 'mrethel' dari tulangnya gitu. Tips untuk membuat ceker yang empuk paling mudah adalah dengan merebusnya terlebih dahulu dengan panci tekanan tinggi (panci presto). Tapi karena saya ga punya panci presto, saya pakai cara manual. Goreng ceker ayam hingga setengah garing, setelah itu rendam dengan air es yang banyak hingga cekernya mengembang. Atau bisa juga direbus dulu hingga matang, barung direndam dalam air es. Saya pribadi lebih suka cara kedua, menurut saya dengan merebus ceker terlebih dahulu, selain meminimalisir lemak juga membuat ceker lebih empuk daripada menggorengnya terlebih dahulu. Jangan lupa untuk memberi sayatan pada beberapa bagian ceker sebelum diolah. Ini akan membuat ceker ayam lebih cepat empuk dan bumbu meresap dengan sempurna.


Baca Selengkapnya ... >>

Wednesday, 22 January 2014

Lumpia Isi Rebung


Garing dan lembutnya kulit lumpia dipadukan dengan isian rebung aroma ebi yang kuat. Gurih, manis, dengan tekstur rebung yang renyah 'krenyes-krenyes', sekali makan bisa habis 3 biji ^_^ Sedap!

Belakangan ini kalau lagi ke pasar saya sering sekali lihat rebung dimana-mana, hampir setiap penjual sayur punya. Ada yang masih berbentuk utuhan, ada yang sudah bebentuk cincangan dan dikemas dalam plastik-plastik kecil yang dihargai masing-masing seribu rupiah. Sekali dua kali lihat sih biasa saja, tapi karena keseringan lihat rebung dimana-mana akhirnya beli juga tiga bungkus kecil. Rencananya pengen saya bikin lumpia isi rebung khas Semarang. Padahal sebelumnya saya belum pernah masak si rebung ini sendiri. Ada yang bilang rebung harus direbus berkali-kali untuk menghilangkan bau 'pesing' yang kadang susah dihilangkan. Tapi kemarin setekah saya rebus dua kali (ganti air dua kali) dan saya cicipi, teksturnya sudah empuk, masih krenyes-krenyes, dan sama sekali ga ada bau yang aneh-aneh. Kalau kata si mamih memang ada jenis rebung tertentu yang baunya aneh dan susah dihilangkan, untung yang ini gag yang aneh-aneh ^^



Saya suka sekali lumpia Semarang dengan isi rebung. Jarang sih beli yang di Semarang langsung (biasanya nunggu dapet oleh-oleh aja karena jarang sekali ke Semarang ^^). Seringnya beli lumpia yang di depan supermarket-supermarket yang ada di Solo, biasanya dijual di dengan harga 1500-2500an/biji. Sudah lengkap dengan saus berwarna kecoklatan untuk pencelup dan acarnya. Tapi biasanya si penjual nanya mau dipisah atau digabung sausnya. Saya seringnya minta digabung, jadi kulit lumpia goreng ini dibelah, lalu diberi olesan saus dan acar. Menurut saya lebih enak digabung, karena makannya lebih gampang, tangan kanan pegang lumpia, tangan kiri pegang cabe rawit ^_^. Sekali makan bisa habis 3-4 biji. Ini doyan apa rakus ya, hehehe ^_^.

Baca Selengkapnya... >>

Tuesday, 21 January 2014

Soto Ayam Simpel


Beberapa hari ini Boyolali dan Solo diguyur hujan setiap hari, dari subuh hingga malam. Bukan ujan deres, cuma gerimis, tapi kalau ujannya seharian gini kan rasanya adem banget ya. Bawaannya pengen makan yang anget-anget. Yang berkuah, gurih, yang seger-seger. Pilihan saya jatuh ke soto ayam ^_^.

Saya lumayan sering masak soto, resepnya beda-beda sih ya. Tapi kalau kebetulan lagi pengen cepet, saya pakai resep soto matraman-nya NCC. Bumbu-bumbunya simpel, gampang dan cepet. Rasanya juga hampir sama kayak soto ayam yang biasanya mamih bikin karena mamih juga pecinta yang praktis-praktis seperti saya ^_^. Resep sudah saya obrak-abrik sesuai persediaan yang ada di kulkas. 



Kemarin pas saya bikin soto ini sebenarnya tanpa persiapan. Mau belanja dulu juga males karena masih hujan, mau ke pasar pasti becek, pake kehujanan dulu dijalan (bilang aja males ^_^). Akhirnya pake apa yang ada di kulkas aja. Ayam tinggal seuprit, banyakan tulang belulangnya karena dagingnya udah banyak yang diambil buat masak kemarin-kemarin, masak apa ya lupa. Yang jelas cuma tinggal tulang-belulangnya aja di freezer, dan sedikit daging ayam, dikiiiitt banget. Tapi ada untungnya juga kalau nyimpen balungan kayak gini, pas mau masak soto, sop, atau segala sesuatu yang membutuhkan kaldu ayam jadi ga bingung lagi. Tinggal rebus aja. Karena yang makan soto cuma 3 orang hari ini, jadi cukuplah ayamnya ^_^. Yang penting bisa makan yang seger-seger karena pulang kampus saya udah membeku karena kehujanan :). 


Baca Selengkapnya ... >>

Tuesday, 14 January 2014

Nasi Goreng Hongkong : Super Simpel, Minimalis, Yummy!


Nasi goreng yang dimasak dengan bumbu minimalis. Bikinnya gampang, simpel, praktis, cepat, tapi rasanya tasty dan yummy ^_^.

Saya adalah pecinta nasi goreng. Saya udah berkali-kali ngomong gini kayaknya ya di postingan nasi goreng-nasi goreng saya sebelumnya ^_^. Saya juga suka segala macam madifikasi dari nasi goreng. Mulai dari nasi goreng jawa, nasi goreng kimchi a la korea, nasi goreng gila, hingga nasi goreng a ala hongkong ini. Semuanya terasa yummy di lidah saya ^_^.

Kalau ngomongin nasi goreng gini saya jadi inget salah satu temen kuliahnya mas pacar dulu. Dulu saya sering diajak mas pacar touring keliling kota (lebih sering keluar kotanya tapi). Nah saya inget banget temennya mas pacar itu, tiap kali jajan, dimanapun, pasti milih warung yang ada nasi gorengnya. Sampai-sampai dibelain pisah dari rombongan buat nyari warung yang jual nasi goreng. Dia pasti selalu pesan nasi goreng. Hampir ga pernah saya liat dia pesen selain nasi goreng. Saya aja sampai takjub lho, segitu cintanya kah? Hehehehe ^_^ (salam damai ya Mas, sesama pecinta nasi goreng ^_^). Saya pecinta nasi goreng, tapi ga tiap jajan juga nyari nasgor nya. Kalau kebetulan lagi jalan-jalan jauh kayak gitu saya lebih pilih menu yang khas dari daerah yang saya kunjungi itu, terus habis itu saya otak-atik sendiri dirumah kalo kebetulan suka dan cocok taste-nya dengan lidah saya :)


Baca Selengkapnya ... >>

Sunday, 12 January 2014

Bubur Ayam Kuah Kecap a la Si Mamih ^^


Bubur ayam kuah kecap ini bisa dibilang signature dish mamih saya (ciiee...). Soalnya saya belum pernah nemu bubur ayam kayak gini di pasaran. Kalau kata si mamih sih sejarahnya dulu mamih pengen banget bikin bubur ayam, tapi ga tau bumbunya. Alhasil ngarang sendiri, jadilah bubur ayam kuah kecap ini. Bubur ayam kuah kecap ini dimasak si mamih hari minggu kemarin untuk menu sarapan kami. Saya cuma bantuin bikin kuahnya aja, sementara papih sama adek saya udah pada nunggu di meja makan dengan muka kelaparan (hehehe lebay ^_^ ). Habis matengan, saya sempetin buat foto bubur ayam jatah saya dulu sebelum dimakan karena resep ini belum pernah saya masukin blog. Fotonya buru-buru karena udah dipanggil-panggil buat sarapan bareng, jadi cuma ditaruh meja, jepret-jepret ga ada 2 menit ^_^.

Bubur ayam ini hampir tiap hari minggu disajikan di meja makan rumah saya, karena selain rasanya yang menurut saya enak, masakan ini bisa dijadikan jurus andalan habisin nasi sisa kemarin atau nasi sisa yang udah beberapa hari disimpen di kulkas, biar ga mubadzir ^_^. Bubur ayam ini bikinnya simpel, cepet, dan gampang. Nasi tinggal dimasak bersama air santan dan sedikit garam hingga kental atau mencapai konsistensi yang diinginkan. Kuahnya pun sederhana sekali, bumbunya hanya menggunakan bawang putih, garam, merica, kaldu bubuk, dan bahan utama kuah, yaitu kecap manis.


Baca Selengkapnya ... >>


Friday, 10 January 2014

Pepes Ikan Pindang Kelapa Daun Singkong


Ikan pindang, atau yang sering disebut ikan keranjang, a.k.a gereh besek, a.k.a ikan cuwe, a.k.a ikan peda, dan campuran kelapa parut berbumbu ditambah dengan daun singkong ditata menjadi satu, dibungkus daun pisang, dikukus, lalu dibakar sebentar hingga wangi aroma pepes yang menggoda tercium. Simpel tapi lezat! ^_^

Ini menu makan siang kami beberapa minggu yang lalu (duh, lama banget ya -_-) waktu si mamih piknik beberapa hari ke Bandung. Ceritanya pagi-pagi sekali, si papih udah belanja di mas sayur ikan pindang, kelapa, habis itu ngambil daun pisang di kebun, terus ngomong ke saya, "Mba, hari ini masak pepes ya, papah udah belanja, daun pisangnya juga udah siap," ^_^


Baca Selengkapnya ... >>

Wednesday, 8 January 2014

Nasi Goreng Gila


Nasi yang digoreng dengan bumbu minimalis, disajikan bersama tumisan pelengkap khas yang terdiri dari campuran ati ampela ayam, ayam, telur, bakso, sosis, dan jagung yang dimasak dengan bumbu sederhana. Makin beragam bahan pelengkap tumisan, makin 'gila' nasinya ^_^ . Yummy!

Apa yang teman-teman pikirkan saat mendengar 'nasi goreng gila'? Kalau saya waktu denger pertama kali kebayang nasi goreng yang super pedes karena pasti pake banyak sekali cabai rawit. Pernah denger juga nasi goreng gila ini sampai ada level-levelnya segala kayak keripik yang beberapa waktu yang lalu sempat populer karena level kepedesannya. Tapi menurut hasil googling saya beberapa waktu yang lalu menjawab rasa penasan saya. Nasi goreng gila ini artinya bukan nasi goreng yang pedas sekali, meskipun kita boleh memasukkan cabai sebanyak apapun ke dalam bumbu halusnya. Tapi yang dimaksud gila disini adalah karena semua bahan pelengkapnya dicampur dan dimasak jadi satu, bahan pelengkap yang banyak dan beragam inilah yang menjadi ciri khas nasi goreng gila. Sedangkan nasinya sendiri dimasak begitu saja tanpa bumbu halus, namun tidak plain karena disini saya menambahkan bawang putih, garam, dan merica dalam nasi goreng yang dimasak terpisah dengan pelengkap yang sudah saya sebutkan sebelumnya.


Baca Selengkapnya ... >>

Thursday, 2 January 2014

Mie Goreng Jawa



Ini adalah salah satu resep buru-buru andalan saya selain aneka kreasi nasi goreng dan ayam teriyaki. Bikinnya gampang, cepet, bumbunya simpel, tapi tasty sekali, yumm ^_^.

Mie goreng jawa ini sebenernya bikinnya tanpa rencana. Rencananya sih pengen bikinin nasi goreng buat menu sarapan sekaligus makan siangnya mas pacar beberapa hari yang lalu. Tapi pas udah mau mau ngambil nasi ternyata nasinya tinggal seuprit, ga nyampe 1 porsi pemirsa *tepok jidat*. Mau masak nasi dulu kayaknya kelamaan karena saya udah kesiangan masuk dapur. Akhirnya saya banting setir bikin mie goreng jawa aja, kebetulan di lemari masih ada stock beberapa mie kering.


Baca Selengkapnya ... >>

Tuesday, 31 December 2013

Mangut Lele


Gurih dan lembutnya daging lele, dipadukan dengan kuah santan encer dan beberapa bumbu sederhana, menghasilkan rasa yang luar biasa! ^_^

Assallamu'allaikum, selamat pagi teman-teman. Baru 5 hari ga buka blog, udah kangen rasanya ^_^ . Beberapa hari ini saya sedang sibuk sekali mengurus pernak-pernik untuk hari H, yang ternyata detailnya banyak sekali. Meskipun masih lama, untuk beberapa hal ternyata memang harus disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Bagian yang paling sulit adalah ketika ada perbedaan pendapat antara saya dan mas pacar yang didasari alasan yang sama-sama kuat. Kalau sudah begitu salah satu harus mengalah, mengesampingkan ego, meskipun adegan bersitegang sempat beberapa kali ada mewarnai perjalanan kami mempersiapkan hari bahagia itu :) Tapi alhamdulillah, saya punya calon suami yang pengertiannya luar biasa dan sabar sekali. Mohon doa restu ya teman-teman semoga dilancarkan dan dikasih kemudahan dari awal sampai akhir, senantiasa dilimpahkan rahmat dan berkah juga oleh Allah SWT, amiiiinnnn... :)

Kembali ke menu masakan ya, hehehe. Kali ini saya bikin mangut lele. Sebenernya bikinnya udah dari beberapa hari yang lalu waktu si mamih sedang piknik ke Bandung dari jumat sampai senin pagi. Otomatis, urusan dapur sepenuhnya saya yang handle, masak sehari 2-3 kali karena si papih sering ga cocoknya kalau beli makanan yang udah jadi di luar. Kebetulan papih sedang menghindari makanan yang bergaram banyak, terlalu pedas, dan berlemak. Papih ga boleh banyak dahar (makan) yang asin-asin kecuali menggunakan garam khusus yang banyak dijual di apotek dengan harga yang tidak terlalu mahal.


Baca selengkapnya ... >>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...