Wednesday, 26 February 2014

Ayam Panggang Pandan

 Assallamu'allaikum...

Selamat malam teman-teman, rasanya sudah lamaaaaaaaaaaaa (a-nya harus dibanyakin ^^) banget saya ga nulis blog, hampir 1 bulan. Kangen banget sebenernya. Tapi beberapa waktu yang lalu waktu, tenaga, dan pikiran saya cukup banyak terkuras untuk urusan tesis. Ga apa-apa ya postingan kali ini saya buka dengan sesi curhat dulu (padahal biasanya juga gitu ^^)


Beberapa waktu yang lalu saya rupanya sedang mendapat rizky dari Allah SWT yang membuat saya pada akhirnya berusaha untuk belajar lebih ikhlas, sabar, tawakal, sambil terus-menerus berikhtiar. Jadi ceritanya setelah lebih dari satu semester saya bimbingan tesis, tiba-tiba dosen pembimbing saya menyarankan untuk mengganti metode penelitian. Meskipun masih dibawah tema yang sama, mau tidak mau saya harus merombak habis proposal tesis saya dari awal, karena tradisi (perspektif) penelitian yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Sebenarnya saya diberi waktu untuk memilih, berpikir, menimbang terlebih dahulu. Namun karena dari awal saya punya satu pertanyaan besar tentang penelitian saya sebelumnya yang sampai saat ini saya dan pembimbing saya belum menemukan titik tengahnya, akhirnya saya memutuskan untuk berkata "iya" pada saat itu juga. Sebelum terlalu jauh saya berjalan di tengah kebingungan, mending memilih jalan lain yang lebih terang, bukan? Setelah hari itu, saya memutuskan untuk fokus ke tesis saya. Hal-hal lain termasuk nge-blog sementara saya tinggalkan terlebih dahulu, paling tidak hingga 3 bab proposal ini bisa saya selesaikan.

Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya dalam waktu 2 minggu, bagi saya ini luar biasa ^^. Karena untuk proposal yang pertama saya menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengerjakannya. Pembimbing saya menyambut baik ratusan lembar draft awal yang saya setorkan. Beliau bahkan langsung memberikan banyak masukan untuk teknis pengumpulan data berikutnya. Doakan semoga semuanya lancar ya teman-teman, biar bisa segera seminar proposal, pengumpulan data, ujian, dan LULUS secepatnya ^_^. Aminnn... :)



Sekarang lanjut ke resep ya teman-teman, setelah curhat yang panjang ^^. Ini masakan saya sudah agak lama ya. Meskipun saya libur nge-blog, tapi masak-masak tetep jalan dong ya. Cuma agak jarang nyobain resep-resep baru. Jadi masaknya pilih yang praktis-praktis aja, biar ga terlalu capek dan makan banyak waktu. Kali ini saya pilih masak ayam panggang pandan buat sarapan sekaligus makan siang mas pacar. Dulu banget sebenernya udah pernah mbikin ayam panggang pandan, tapi bumbunya lebih lengkap, yang ini versi praktisnya ^^. Kebetulan pandan di kebun sedang banyak sekali, jadi saya gunakan untuk mengolah ayam.

Baca Selengkapnya... >>



Dengan bumbu minimalis, alhamdulillah rasanya bisa maksimal ^^. Aroma pandan yang khas dan harum bikin rasa ayam makin spesial. Mas pacar suka sekali, sampai nambah-nambah nasinya. Ayam panggang pandan ini menurut saya paling cocok dinikmati bersama nasi panas yang masih kebul-kebul dilengkapi dengan sambal terasi beserta lalapannya. Kalau kata mas pacar, sepiring ga akan cukup ^^

Tips untuk memasak ayam panggang pandan ini adalah gunakan daging ayam dengan sedikit tulang, bisa juga pakai fillet bagian dada. Tapi saya pilih yang masih ada sedikit tulangnya biar ada sensasi 'ngrikiti'-nya. Tips berikutnya adalah potong ayam kecil-kecil. Tujuannya adalah agar ayam bisa matang sempurna pada saat dipanggang. Jadi ga keburu gosong luarnya padahal dalamnya masih belum matang. Merendam ayam dalam racikan bumbu juga penting ya teman-teman, usahakan merendam minimal 1 jam sebelum dimasak. Selain agar bumbunya meresap, proses marinasi ini juga membuat ayam cepat matang kala dipanggang. Kalau saya pilih merendam semalaman, masukin kulkas. Paginya baru saya lilit dengan daun pandan, baru kemudian dipanggang. Jadi masaknya juga cepet ya, ga buru-buru.

Langsung saja, berikut resepnya ya...




Ayam Panggang Pandan

Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 2 porsi

Bahan:
- 250 gr ayam (saya pakai bagian dada, bisa juga pakai fillet), potong kecil-kecil, cuci bersih.
- beberapa lembar daun pandan untuk membungkus ayam.

Bumbu:
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1/2 sdm kecap ikan
- 1/2 sdm saus tiram
- 1/4 sdt lada hitam (bisa diganti dengan merica biasa)
- 1/4 sdt garam
- 1/2 sdm gula pasir

Cara Membuat:

- Dalam mangkok, campur semua bumbu menjadi satu. Aduk rata hingga gula pasir larut. Masukkan potongan ayam dalam racikan bumbu. Rendam minimal 1 jam. Untuk hasil maksimal bisa direndam semalaman, simpan di kulkas.

- Siapkan daun pandan, lilit masing-masing potongan ayam dengan daun pandan, simpul ujungnya.

- Panaskan 1 sdm minyak goreng dalam  wajan anti lengket (teflon). Panggang ayam hingga kecoklatan sambil dibolak-balik agar matangnya merata. Angkat. Sajikan bersama nasi panas, sambal, dan lalapan.

Selamat menikmati ^_^
Aroma pandannya bikin olahan ayam ini terasa sangat spesial... Yuuuummm, sepiring ga akan cukup ^^


20 komentar:

  1. Bacanya langsung laper. Hehehe...
    Ini dipanggangnya pakai apa ya? diatas griddle pan atau pakai arang? Kalau di panggang oven bisa ga ya kira2? thanks

    ReplyDelete
  2. Saya panggang pakai teflon biasa mba opiq :) pakai oven juga bisa mba malah lebih sehat karena minus minyak..
    Terimakasih sudah mampir :)

    -Duryatin Amal-

    ReplyDelete
  3. fotonya keren banget mbak...ayamnya tampak lezaattt...salam kenal dari semarang :)

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Salam kenal juga Mba Sari :)

    Silahkan dicoba Mba, ini salah satu olahan ayam favorit keluarga saya dirumah :) Semoga suka ya..

    ReplyDelete
  6. wah kereeen....mbak amal pinter masak yah :)
    boleh dicoba ni masakan-masakannya

    ReplyDelete
  7. Hallo Dek Sari :D hobby aja kok dek, pinter sih enggak.
    Ayo dicoba, hbs itu kirim2 kerumah ya, hehehe ^_^

    ReplyDelete
  8. wah bagus sekali resepnya...
    boleh dicoba nich...

    ReplyDelete
  9. mau praktek ah..... udah ngiler....

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...